Kolaborasi Ekraf Balikpapan Jadi Andalan di Penilaian Arindama 2026
Samarinda, ONBC Indonesia.com – Ekosistem ekonomi kreatif Kota Balikpapan mendapat perhatian dalam tahapan presentasi dan validasi data ajang Arindama 2026 yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/10). Strategi kolaborasi lintas sektor atau pentahelix hingga pengembangan pasar produk lokal menjadi sejumlah poin yang dipaparkan di hadapan tim juri.
Presentasi berlangsung di Temindung Creative Hub, Samarinda. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, bersama Ketua Harian Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan menyampaikan capaian serta program pengembangan ekonomi kreatif di Kota Minyak.
Pemaparan tersebut mendapat apresiasi dari tim juri, bahkan diberikan tambahan waktu dan poin penilaian. Materi yang disampaikan tidak hanya menyoroti capaian program, tetapi juga menunjukkan bagaimana pembangunan ekonomi kreatif terintegrasi dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Pengembangan ekonomi kreatif Balikpapan mengacu pada visi dan misi kepala daerah yang dijabarkan dalam RPJMD, khususnya poin ketujuh tentang penguatan ekonomi kerakyatan.
Di balik pengembangan ekosistem tersebut, Forum Ekraf Balikpapan turut mengambil peran dalam pembinaan pelaku usaha kreatif secara berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Forum Ekraf, Hj. Nurlena Rahmad Mas'ud, pembinaan dilakukan dari penguatan kapasitas hingga perluasan akses pasar.
Strategi yang diusung mengandalkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi tersebut juga diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, termasuk dukungan pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif.
Upaya memperluas pasar produk lokal bahkan tidak hanya menyasar pasar nasional, tetapi juga mulai diarahkan ke tingkat internasional.
Salah satu program yang menjadi sorotan dalam presentasi adalah Balikpapan Creative Award (B.Craf Award). Ajang penghargaan bagi pelaku industri kreatif ini tidak sekadar menjadi ruang apresiasi, tetapi juga dirancang sebagai bentuk laporan tahunan atau annual report atas kinerja organisasi dan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Model tersebut dinilai sejalan dengan arah Tata Ruang dan Rencana Pembangunan Ekonomi Kreatif Daerah (Talanpekda) Provinsi Kalimantan Timur, terutama dalam mendorong tata kelola dan pengembangan ekonomi kreatif yang terukur.
Dukungan pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. Melalui kolaborasi lintas sektor, Balikpapan berupaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
